PostHeaderIcon Hasil Penelitian MUI tentang Al-Zaytun

Sejumlah negara tetangga telah mengambil sikap yang tegas terhadap pesantren Al-Zaytun (MAZ), Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Alim-ulama negara jiran Malaysia, misalnya, mereka menyatakan, pondok pesantren yang yang konon termegah se-Asia Tenggara itu berbahaya.

Bahkan, pemerintah Malaysia sudah menarik semua santrinya dari MAZ. “Istilah mereka adalah sudah meng-i’tiraf Al-Zaytun karena dianggap berbahaya. Kalau ada alumni MAZ di Malaysia, alumni itu tidak diakui ijazahnya,” kata K.H. Ma’ruf Amin, Ketua Tim Peneliti mahad Al-Zaytun Majelis Ulama Undonesia (MUI).

Hal itu bertolak belakang dengan kondisi di Indonesia. Dengan menangani kasus MAZ, pemerintah, dalam hal ini aparat berwenang, terkesan cuek alias acuh tak acuh. Lihat saja, sejumlah laporan dari masyarakat tidak ditanggapi. Bukti-bukti dan saksi-saksi, termasuk dari mantan pentolan dan korban Al-Zaytun juga tidak digubris.

Sikap MUI, setali tiga uang, alias sami mawon. Tengok saja, Pimpinan Harian MUI terkesan lelet dan ogah-ogahan saat merespon hasil penelitian Tim Peneliti MAZ MUI, Tim bentukan MUI sendiri. Berbulan-bulan hasil Tim tersebut mandeg di MUI, alias tidak disosialisasikan ke masyarakat. Ada apa?

Padahal, Tim peneliti yang terdiri dari tiga belas orang ini kerjanya terbilang tidak mudah. Lihat saja, untuk menelusuri dan melacak berbagai informasi tentang MAZ, Tim melakukan kerja keras selama empat bulan. Kajian pustaka dan dokumentasi dilakukan dengan mengambil semua sumber yang dapat memberikan informasi komprehensif tentang sejarah, latar belakang berdirinya MAZ, sistem pendidikan MAZ, dan organisasi NII KW IX.

Penelitian lapangan dilakukan dengan terjun langsung ke pondok pesantren Al-Zaytun sambil melakukan observasi yang terkait dengan penelitian. Hasil ini masih harus ditambah dengan melakukan pelacakan, penelusuran, serta mendatangi sumber informasi, seperti para korban, orang tua korban, mantan aktivis, simpatisan NII KW IX.

Tak hanya itu, Tim juga melakukan wawancara mendalam (indepth interviewing) dengan sejumlah sumber, baik yang pro maupun yang kontra terhadap MAZ. Sejumlah sumber yang diwawancara Tim antara lain Forum Ulama Umat Islam Indonesia (FUUI), Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS), Forum Masyarakat Korban NII KW IX, Solidaritas Umat Islam untuk Korban NII-Al-Zaytun Abu Toto (SIKAT), mantan Kabakin, Z.A. Maulani, Tim Litbang Departemen Agama, Badan Intelejen Mabes Polri, para santri, mudarris (guru), pegawai Al-Zaytun, serta sumber-sumber lainnya yang mengetahui MAZ dan NII KW IX.

Mengingat begitu mendesaknya jawaban MUI atas pertanyaan-pertanyaan masyarakat seputar Al-Zaytun, Tim yang dibentuk tanggal 29 Mei 2002 itu bekerja all out siang hingga malam. Bahkan, penelitian yang rencananya berjalan selama satu bulan, tetapi karena banyak hal yang harus diteliti dan demi kevalidan hasil penelitian, dalam perkembangannya memakan waktu empat bulan.

“Kami sedikit pun tidak melambat-lambatkan kerja. Sebaliknya, kami berusaha bekerja secara maksimal dan segera memberikan laporan agar permasalahan ini cepat clear. Tim sudah bekerja keras, tentu menginginkan ada tindak lanjutnya,” kata K.H. Ma’roef Amin.

Pendapat senada dikemukakan salah seorang anggota Tim peneliti MUI, Prof. Ali Mustofa Ya’qub, M.A. Menurutnya, hasil penelitian Tim sedikit banyak akan mampu menjawab keresahan masyarakat tentang ma’had Al-Zaytun. “Hasil penelitian itu 80% sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang Al-Zaytun. Tapi, saya tidak tahu kenapa belum dipublikasikan,” kata Prof. K.H. Ali Mustofa.

Keprihatinan K.H. Ma’roef Amin dan Prof. Ali Mustofa tentu saja beralasan. Pasalnya, hasil penelitian Tim MUI adalah jawaban yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Ada kesan, Pimpinan Harian MUI menunda-nunda publikasi hasil penelitian Tim MUI. Padahal, menunda-nunda sesuatu yang menjadi kepentingan masyarakat tanpa alasan yang jelas tentu saja tidak bisa diterima. “Tidak boleh menunda-nunda keterangan ketika umat membutuhkan. Ketika orang bertanya harus ada jawaban,” tegas Prof. Ali Mustofa.

Benarkah hasil Tim MUI telah merespon pertanyaan-pertanyaan umat? Mudahnya, kita lihat saja hasil penelitian yang sejak bulan Oktober tahun 2002 lalu telah diserahkan ke Pimpinan Harian MUI.

Kesimpulan dan Rekomendasi Tim MUI

Kesimpulan tersebut antara lain:

1. Ditemukan indikasi kuat adanya relasi (hubungan) antara ma’had Al-Zaytun (MAZ) dengan organisasi NII KW IX. Hubungan tersebut bersifat historis, finansial, dan kepemimpinan.

1. Hubungan historis: kelahiran MAZ memiliki hubungan historis dengan organisasi NII KW IX.
2. Hubungan finansial: adanya aliran dana dari anggota dan aparat teritorial NII KW IX yang menjadi sumber dana signifikan bagi kelahiran dan perkembangan MAZ.
3. Hubungan kepemimpinan: kepemimpinan di MAZ terkait dengan kepemimpinan di organisasi NII KW IX, terutama pada figur AS Panji Gumilang dan sebagai pengurus yayasan.

2. Terdapat penyimpangan paham dan ajaran Islam yang dipraktikkan organisasi NII KW IX. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara lain dalam hal mobilisasi dana yang mengatasnamanakan ajaran Islam yang diselewengkan, penafsiran ayat-ayat Alquran yang menyimpang dan mengafirkan kelompok di luar organisasi mereka.
3. Ditemukan adanya indikasi penyimpangan paham keagamaan dalam masalah zakat fitrah dan kurban yang diterapkan pimpinan MAZ, sebagaimana dimuat dalam majalah Al-Zaytun.
4. Persoalan Al-Zaytun terletak pada aspek kepemimpinan yang kontroversial (AS Panji Gumilang dan sejumlah pengurus yayasan) yang terkait dengan organisasi NII KW IX.
5. Ada indikasi keterkaitan sebagian koordinator wilayah yang bertugas sebagai tempat rekrutmen santri MAZ dengan organisasi NII KW IX.

Berdasarkan kesimpulan di atas, Tim MUI merekomendasikan beberapa hal kepada Pimpinan Harian MUI:

1. Memanggil pimpinan MAZ untuk dimintai klarifikasi atas temuan-temuan yang didapat dari envestigasi Tim Peneliti MAZ MUI.
2. Dikarenakan persoalan mendasar MAZ terletak pada kepemimpinannya, diharapkan Pimpinan Harian MUI dapat mengambil inisiatif dan langkah-langkah konkret untuk membenahi masalah kepemimpinan di MAZ.
3. Pimpinan Harian MUI agar mengambil keputusan yang sangat bijak dan arif menyelamatkan pondok pesantren Al-Zaytun dengan berdasarkan pada prinsip kemaslahatan umat.

Demikian kesimpulan dan rekomendasi ini dibuat untuk dapat ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua. Amin.

Jakarta, 28 Rajab 1423 H
Jakarta, 5 Oktober 2002 M

Dengan hasil tersebut, MUI memberi kontribusi berarti dalam melindungi akidah umat dari doktrin dan paham keagamaan yang menyimpang dari Alquran dan sunah.

Beberapa Poin Penting Hasil Penelitian Tim MUI

1. Perihal Sumber Dana Mahad Al-Zaytun (MAZ)

Persoalan besar dan urgent yang timbul berkaitan dengan sumber dana MAZ adalah adanya beritaq penggalangan dana dari anggota dan aparat NII KW IX dalam proses pendirian dan perkembangan MAZ. Tim mendapati banyak sekali saksi dan sumber yang membenarkan adanya penggalian dana dengan memekai konsep-konsep ajaran Islam yang diselewengkan.

Dalam soal dana ini, tim juga menemukan adanya eksploitasi dan pemaksaan, sehingga anggota tergiring untuk melakukan tindakan kriminal. Saksi dan sumber, seperti para mantan anggota NII KW IX dari berbagai wilayah, para orang tua/wali, para mantan petinggi NII KW IX, Badan Intelejen Mabes Polri, Mantan Kabakin, Z.A. Maulani, serta masukan dari anggota yang masih aktif, secara eksplisit mengakui adanya penggalangan dana tersebut.

Setiap anggota yang masuk NII KW IX harus dibai’at dan membasar shadaqah hijrah dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pembersih jiwa dan tanda perpindahan kewarganegaraan RI menjadi warga negara NII KW IX. Setelah masuk, setiap anggota diwajibkan menjalankan program, seperti binayah al-aqidah (pembinaan akidah), binayah al-dzarfiyah (pembinaan teritorial), binayah mas’uliyah (pembinaan aparatur), binayah maliyah (pembinaan keuangan), dan binayah al-shilah wa al-muwashalah (pembinaan komunikasi).

Dari kelima program itu, binayah maliyah (pembinaan keuangan) yang paling mendominasi. Dalam praktiknya, tim menemukan program binayah maliyah tidak hanya kegiatan penggalangan dana, tetapi juga program mobilisasi dana yang dibebankan kepada warga dan aparat NII KW IX. Ironisnya, tim menemukan penggalangan dana itu dibungkus dengan term-term (istilah-istilah) keagamaan yang ditafsirkan secara sembarang, seperti shadaqah hijrah, infak, qiradl, al-fa’i, shadaqah istighfar, shadaqah tahkim, shadaqah munakahat, dan lainnya.

Dari kesaksian mantan mudarris mah’ad Al-Zaytun, tim menemukan bahwa penyimpangan perilaku itu mendapat legitimasi dari doktrin ajaran NII KW IX sendiri. Dalan ajaran mereka, sekarang dikategorikan sebagai periode Mekah, yakni periode menegakkan negara Islam. Menurut doktrin mereka, perang adalah tipu daya, bukan perang jika tidak ada tipu daya. Oleh karena itu, menipu diperbolehkan.

Income keuangan MAZ sebagian besar berasal dari pengumpulan dana di tingkat teritorial (idariyah). Dari tingkat teritorial, dana kemudian dikirim ke MAZ. Bukti autentik adanya aliran dana diakui tim memang sulit ditemukan karena organisasi ini menggunakan sistem sel tertutup. Tetapi, indikasinya terlihat bahwa setiap sel di berbagai tempat memiliki kesamaan pola gerakan, istilah yang digunakan, format surah, dan catatan penerimaan dan pengeluaran uang.

2. Dugaan Keterkaitan Pemimpin MAZ dengan NII KW IX

Berdasarkan bukti-bukti dan kesaksian sejumlah sumber, tim melihat ada indikasi keterkaitan antara pemimpin Al-Zaytun dengan NII KW IX. Keterkaitan itu hingga kini masih terus berlangsung. Menurut data yang diterima tim, dlam struktur terbagi dua: aparatur fungsional (mereka yang berada di MAZ) dan aparatur teritorial (mereka yang berada di luar MAZ). Penggalangan dana berjalan dari teritorial ke MAZ.

Tim menemukan bahwa keterkaitan MAZ dengan NII KW IX bukan hanya pada sosok AS Panji Gumilang, tetapi juga orang-orang yang duduk sebagai pengurus yayasan. Data yang didapat tim menunjukkan bahwa seluruh pengurus atau eksponen adalah para petinggi NII KW IX.

3. Sistem Pendidikan di MAZ

Pada prinsipnya, tim menyimpulkan belum ditemukan adanya penyimpangan ajaran Islam dalam kegiatan belajar-mengajar, aktivitas ibadah dan aktivitas santri sehari-hari di MAZ, termasuk juga tidak ditemukan deviasi dalam kurikulum MAZ. Namun demikian, tim melihat ada dua persoalan keagamaan menyimpang yang dilakukan pemimpin pesantren, yakni masalah zakat fitrah dan kurban.

Penyimpangan mengenai zakat fitrah terjadi karena zakat fitrah tidak diberikan kepada fakir miskin untuk hari raya, melainkan untuk pembangunan MAZ. Demikian pula dengan kurban yang tidak dilakukan dalam bentuk penyembelihan hewan kurban, tetapi diganti dengan sejumlah uang untun pembangunan pesantren.

4. Mudarris (Guru)

Informasi yang didapat tim dari berbagai sumber dan penelitian lapangan, sebagian mudarris berasal dari anggota aparat NII KW IX di tingkat teritorial. Tim mengakui sangat sulit membedakan mudarris yang berasal dri NII dengan yang bukan, karena mereka menutup diri dan berbaur menjadi satu di MAZ, namun hal itu tampak jelas jika ada even-even tertentu.

Dalam proses belajar-mengajar, mudarris yang berasal dari NII KW IX tidak diperbolehkan memasukkan doktrin/ajaran NII ke santri. Hal ini didsarkan ketentuan dari pimpinan MAZ bahwa proses belajar-mengajar harus steril dari nuansa ke-NII-an.

5. Lingkaran Luar/Koordinator Wilayah MAZ

Tim menemukan indikasi adanya keterkaitan sebagian koordinator-koordinator wilayah NII sebagai tempat rekrutmen santri MAZ. Masing-masing santri direkrut melalui bantuan koordinator wilayah di daerah masing-masing.

Tim dapat informasi, satu tahun sebelum MAZ dibuka, pimpinan MAZ membuat koordinator-koordinator wilayah. Para mantan NII KW IX yang direkrut menjadi koordinator wilayah dikirim ke berbagai daerah. Mereka bertugas merekrut santri baru yang akan masuk MAZ.
Koordinator wilayah hanya mengurus proses administrasi serta memberikan bimbingan menghafal Juz ‘Amma sebagai syarat masuk MAZ. Namun, berdasarkan pengakuan sejumlah santri, mereka ada juga yang masuk dengan mendatangi langsung MAZ.

Sumber: Laporan lengkap hasil penelitian TIM MUI tentang Mahad Al-Zaytun (Sabili, No. 15, 13 Februari 2003/11 Dzulhijjah 1423)

Comments (2)
  • elfan  - Az Zaitun
    avatar
    :angry-red: ya karena memang direncanakan sebagai 'peliharaan', maka jadilah Az Zaitun yang selalu bermasalah. Inilah bentuk pelecehan terhadap Islam. :ooo:
  • dede sopari  - zaitun
    avatar
    bubarkan saja
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
NII CRISIS CENTER(ncc) .

Pemutakhiran Terakhir (Senin, 16 April 2012 09:44)

 
DOKTRIN
Segmentasi DOKTRIN

Warisan Pancasila Yang Berubah Jadi Berhala NKRI ( Doktrin Mentah NII KW9 Alzaytun )      Teks asli ajaran NII alzaytun Banyak muslimin Warga Negara Republik Indonesia yang.......

Harokah Maunah Tarbiyah ( subsidi untuk pendidikan )    Harokah Maunah Tarbiyah. Yaitu subsidi untuk pendidikan, seperti MIAZ dan UAZ. Besarnya saat.......
SHODAQOH KHOS ( Shodaqoh Yang Dikhususkan )    SHODAQOH KHOS Shodaqoh khos = shodaqoh yang dikhususkan. Sifatnya khusus dalam setiap.......
SHODAQOH MIN SHODAQOH ( Dana Pembicaraan Khusu dengan Pimpinan )    SHODAQOH MIN SHODAQOH Adalah Shodaqoh Min Shodaqoh yaitu yang dikeluarkan ketika warga negara.......
OPINI
Segmentasi OPINI

SELAYANG PANDANG ORMAS GERAKAN FAJAR NUSANTARA      Ormas Gerakan Fajar Nusantara atau disebut Gafatar adalah ormas yang baru.......

ANTARA MIM DAN GAFATAR Persaingan Ketat Anak Kandung NII      Sejak mencuatnya kasus tentang NII di media massa pada media 2011, dua kasus hukum kini.......
Lukai perasaan umat Islam, Panji Gumilang minta Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel    Sebuah permintaan konyol, yaitu dibukanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel,.......
NCC Harap Film Mata Tertutup Bongkar Bahayanya NII    Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center mengapresiasi segala bentuk upaya masyarakat dalam .......
FAKTA DAN DATA
Segmentasi FAKTA DAN DATA

INILAH DELIK ADUAN DAN TUNTUTAN KARYAWAN KEPADA MA’HAD AL ZAYTUN    Delik Aduan: A.    Keuangan 1.    Gaji setingkat UMD baru.......

SETELAH KASUS PEMALSUAN DOKUMEN, AL ZAYTUN DITERPA KASUS KEKERASAN TERHADAP KARYAWANNYA    Kasus-kasus kekerasan di Ma’had Al Zaytun sebenarnya bukan lagi hal yang baru. Dari.......
NII UPDATE MANUVER BARU NII PANJI GUMILANG: INSTITUT AGAMA ISLAM AL ZAYTUN INDONESIA (IAI AL AZIS) DAN KOPERASI DESA KOTA    Ma’had Al-Zaytun seharusnya menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan pertemuan akbar tahunan.......
Panji Gumilang antara NII dan MIM    Tentu kita ingat tentang kasus Negara Islam Indonesia (NII) dan pemalsuan dokumen Yayasan.......
KESAKSIAN
Segmentasi KESAKSIAN

HASIL TABAYYUN NII CRISIS CENTER KEPADA YAYASAN AL KAHFI JAKARTA SELATAN    Merujuk pada kaidah Islam tentang penyelesaian sebuah masalah, NII Crisis Center melakukan.......

Santri Alzaytun Kabur Karena Dipukul dan Dicekik Guru      Kisah Ridlwan, santri asal Ambon yang berhasil melarikan diri dari Al-Zaytun, melalui.......
Menipu 20 Juta ke Orang Tua Untuk Infak Pembersihan Dosa     Dulu saya pertama kali diajak teman saya si A saya untuk nonton bioskop, tapi waktu itu.......
Gereliya NII Alzaytun Di Kampus Universitas Indonesia   Saya adalah mahasiswi kedokteran di Universitas Indonesia, Awalnya mengenal NII ada senior saya.......
Bayi Merah Saya Dirampas, Dijual Untuk Infak Negara Islam Alzaytun ( 1 )   Saya Umroh binti Juwari mantan warga Madinah Negara Islam Indonesia dengan nama KTP : Rohana, dan.......
Bayi yang Mati mengenaskan, Hadiah Untuk Aparat Negara Islam Alzaytun   BAYI YANG MATI MENGENASKAN GARA – GARA SUAMINYA TIDAK BOLEH PULANG UNTUK MENGURUS ISTRINYA.......
Kesaksian Penginjil dari Pesanten AL-Zaytun   Kedekatan Pesantren Az-Zaytun dengan pihak Nasrani memang berlebihan. Sampai-sampai, pada Natal.......
AJARAN ZINA DI PESANTREN AL ZAYTUN   Yang bertanda tangan dibawah ini kami, Nama : Marwan Siregar Alamat : Jl. Pelajar 100 - 027/014.......
Sangsi Dosa bukan Istighfar, Tapi Bayar Denda Agar Dosa Hilang   Program tahkim adalah program istigfar (minta ampun) bagi mustagfir (orang yang minta ampun) lewat.......
Pelaksanaan Program Munakahat/ Nikah di NII alzaytun   Program munakahat adalah program pernikahan warga dengan sesama kalangan warga negara. Program.......
Penyimpangan Makna Rukun Iman Oleh Ajaran Sesat NII alzaytun   1. Iman Kepada Allah Salah satu sifat Allah adalah Wujud atau  ada/ nyata. Iman berarti.......
Bukti-Bukti Kesesatan ajaran NII KW IX Alzaytun   Dalam bahasa Al-Qur'an kata sesat atau kesesatan dlolla aw dlolalan: "Katakanlah, aku tidak.......
NASEHAT DARI MANTAN NII ZAYTUN    Saya Abu Arfa. Saya asli Tegal, usia 31 tahun. Saya dulu merantau ke kota Bekasi pada Juli tahun.......
SAYA TAKUT DIBILANG KAFIR & KASLAN   Pertanyaan : Saya baru saja keluar dari NII KW 9. Sejak masuk NII KW 9 saya tertekan,.......
NII Zaytun Wilayah Banyumas 2004 – 2006    Saya dikenalkan NII NKA yaa dr teman kuliah, 2 tahun lbh byk maliah, gak bakat ngajak org sie. kl.......
Cukup Aku Saja yang Pernah Membenci Indonesia   Cocok buat perenungan bagi sahabat-sahabat yang masih di dalam lingkaran NII Zaytun — Dulu,.......
FASE MAKKAH TAPI TILAWAH PAKAI AYAT-AYAT MADINAH    Seorang teman lama datang bersilaturahmi, kemudian saya lama ngobrol ahkirnya saya diajak mengaji,.......
MODUS OPERANDI
Segmentasi MODUS OPERANDI

Doktrin Baku Penyebab Orang Masuk Ke Ajaran Sesat NII Alzaytun        PROTAP PEREKRUTAN MEMAKAI METODE  INTELJEN        .......

Tugas Dan Tanggung Jawab Jamaah Gerakan Sesat NII Alzaytun      Mas’ul (penanggungjawab/aparat) dalam pemahaman NKA/KW9 adalah jama’ah pria.......
PERMASALAHAN DALAM BERPROGRAM VERSI NII KW-9 ALZAYTUN   Bahan Tilawah/ BT ( Calon Koban ) Tilawah /TL ( Korban ) 1.Bagaimana caranya agar BT mudah untuk.......
Update Modus Terbaru Perekrutan/ Tilawah Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia Alzaytun   a. Calon tilawah adalah tamu yang diundang, maka muqri wajib melayani dan menerima dengan.......
SEJARAH
Segmentasi SEJARAH

Tolak Kekerasan Lewat Film    Prihatin atas meningkatnya tindakan kekerasan yang melibatkan remaja dan pemuda, terutama.......

NII Mengincar Anak SMA    Agresif. Begitulah aktivis Negara Islam Indonesia menjaring pengikut. Rekrut siapa saja. Orang.......
Kampus-kampus di Banten Telah Disusupi NII    [SERANG] Kampus-kampus dan pergururan tinggi (PT) di Banten, seperti Universitas Sultan Ageng.......
Penuhi Target, Korban NII Jadi Pelacur    Dalam perekrutannya kelompok Negara Islam Indonesia (NII) ternyata sudah mempunyai sistem yang.......
DOKUMENTASI MEDIA
Segmentasi DOKUMENTASI MEDIA

Teroris beraksi di tasik, Pelaku Lempar Bom Rakitan ke Pos Polisi       Polisi menembak mati pelaku penusukan anggota satuan lalu lintas Polres Tasikmalaya Kota,.......

Terduga Teroris di Pringsewu Ternyata Guru SMK    Seorang terduga teroris Dedi Ropa Izal (41), warga Dusun VI Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan.......
Densus 88 Gerebek Terduga Teroris di Pamulang    Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri juga menggerebek teroris sebuah rumah kontrakan di Jalan.......
Tangkap 2 Terduga Teroris di Benhil, Polisi Kejar-kejaran Pakai Motor     Sebelum melakukan penangkapan terhadap dua pelaku terduga teroris Zainal alias Asep dan Ovie, di.......