AQUBAH ( PENGORBANAN )

Pembinaan aqubah ada dalam tanggung jawab dan koordinasi Qobilah 1. Aqubah dibina kesiapannya agar segera sanggup berhijrah berhukum Islam, mendukung perjuangan negara Islam, dan menjadi umat Islam yang kuat.
Materi pembinaan meliputi: -tujuan hijrah, tata cara ibadah, dan aqidah -ismu tsani, kahfi dan hujurat -wis-was dan sas-sus -sejarah negara Islam dan negara Republik Indonesia -jihad diri -sikap rasul Aqubah yang sedang dipersiapkan hijrah tidak diperkenankan mengikuti proses hijrah kecuali sudah benar-benar menyelesaikan berbagai permasalahannya dengan tuntas dan dengan cara yang benar/baik/tidak nekat, dan dengan keikhlasan.
Pelbagai hal yang dicek ulang adalah -dana hijrah lunas tidak dengan cara menggadaikan barang atau hasil tindak kriminal -strategi izin menginap dan waktu hijrah terutama tidak sedang menghadapi ujian -status berpacarannya sudah harus putus dengan mengingat Allah Maha Mengetahui -kebiasaan merokoknya sudah benar-benar ditinggalkan dengan mengingat Allah Maha Mengetahui hijrah pada hakekatnya adalah atas izin Allah, maka poin c.3 dan c.4 yang tidak dapat benar-benar dikontrol oleh pemerintah Islam karena kasat mata, dapat menghambat proses hijrahnya atas izin Allah dan mengganggu perjalanan ibadahnya setelah hijrah bila tidak dituntaskan.
Dalam masa persiapan tersebut, seringkali aqubah mengeluhkan berbagai masalah seperti keuangan dan izin menginap, namun hatinya masih menginginkan untuk berhijrah. Perhatikan bila perkembangan persiapan hijrahnya telah mencapai dua pekan namun belum tuntas juga, sedangkan ia selalu dapat hadir rutin untuk mengikuti pembinaan (tazkiah), biasanya yang terjadi adalah hampir keputus-asaan dan kebosanan, karena bila ke malja biasanya hanya ditanyakan kesiapan dananya selain tazkiah masalah dasar. Sebelum terlambat, tanyakan kembali keinginannya untuk tetap berhijrah. Bila keinginannya berkurang, berikan motivasi bahwa setelah kesulitan itu sesungguhnya ada kemudahan, dan ingatkan tujuan hijrahnya. Bila keinginannya tetap ada atau sudah timbul kembali, berikan jalan agar ia dapat lebih ditolong Allah yaitu dengan cara menolong negara Allah. Bahwa bila ia menolong negara Allah, maka Allah akan menolongnya (47:7). Fahamkan kepadanya bahwa Negara Islam pada saat ini sedang berhajat untuk bangkit kembali, yaitu dengan cara memperbanyak umatnya. Dengan jumlah umat yang banyak maka dana pembangunan pun akan bertambah besar pula (hasil akumulasi dari jumlah penduduk dikalikan jumlah infaq masing-masing umat). Oleh karena itu seluruh aqubah diharapkan mulai belajar membantu perjuangan negara yang akan ditempatinya (9:120) sampai seluruh persyaratan hijrah pada butir c diatas terpenuhi, yaitu berjihad dengan harta dan dirinya bukan hanya mengikuti tazkiah saja, dengan: a.Jihad secara harta: mencicil jumlah dana hijrah, bisa dengan cara menjalankan iqtishodiah desa. b.Jihad secara diri: membantu (negara) Allah dengan ikut menghijrahkan teman/ orang lain. Hal tersebut dimaksudkan agar: -membiasakan calon warga agar tidak kaget setelah berhijrah karena menjadi warga negara nanti pasti akan sibuk sekali berkegiatan di Madinah sambil berkegiatan di Makkah. -memberi calon warga ketenangan karena dapat bergaul dan diterima dengan lingkungan dan beberapa teman-teman yang baru, dengan cara sering hadir karena tazkiah, mencicil dana hijrah dan beriqtishodiah, dan menghadirkan tilawah. -memberi kesadaran/ keyakinan kepada aqubah bahwa ia sanggup beribadah di negara Islam.
-
boleh percaya boleh tidak.... cara main mereka (NII) cantik tapi kurang ajar.... semua santri disana dari tingkat awal SMP sampai kelas 6 (SMA) tidak akan tahu.... tapi kalau melanjutkan kuliah disana... pasti akan tahu.. bagaimana doktrin itu diberikan secara verbal... gak tertulis... kurikulum yang ada disana (untuk SMP dan SMA) tidak ada satupun yang berbau NII... nama para menteri disamarkan menjadi eksponen... setelah saya lulus sampai kelas 6 di Al zaytun... saya beru tahu hasil analisis pribadi sih.. sama wawancara ke teman saya (beliau sodara saya yang jadi korban)mereka yang menjelek2an al zaytun dan NII bahkan tidak paham bagaimana posisi al zaytun dengan organisasi NII.... jadi tidak semuanya yang disampaikan di web ini benar.. tapi sebagian ada benarnya... bagi mantan alumni MAZ... anda boleh percaya boleh tidak... nama anda sudah ada dalam database NII... tentu mereka orang-orang cerdas tapi kasihan (sedikit tidak waras)... anda pasti lambat laun.. bersiap siap menghadapi mereka karena semua santri dan wali santri telah menjadi target.. tapi jelas cara perekrutannya akan berbeda beda... silahkan tanyakan teman alumni angkatan terdekat anda (saya percaya bila sebagian mereka ada yang sudah NII mereka tahu lebih banyak.. tapi hati-hati kawan....) so, don't ever try to believe what you see and what you heard about MAZ... as you never know what they are really really capable of....
Pemutakhiran Terakhir (Selasa, 20 Maret 2012 08:34)














