MATERI AKAL
Apa itu akal? Selama ini mungkin kita ter-mind set bahwasanya akal itu pasti berhubungan dengan otak kita. Tapi ternyata Al’Quran punya pandangan sendiri terhadap akal itu sendiri.
17/36 à Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Akal amat erat kaitannya dengan pengetahuan, maka menurut surat diatas akal adalah pendengaran, penglihatan dan hati. Dan segala pengetahuan yang kita dapati akan dimintai pertanggungjawabannya baik salah maupun benar semua itu berdasarkan Al’Quran. Akal adalah yang membedakan kita dengan makhluk ciptaan Allah yang lainnya, diberikan akal kepada manusia salah satunya adalah untuk membuat kondisi yang selamat sejahtera atau mampu mengolah bumi dengan sebaik-baiknya. Namun kalau kita lihat lagi justru kondisinya berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan!. Artinya manusia belum mampu memakai akal dengan baik menurut petunjuk Al’Quran.
16/78 : Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
7/155 : Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki[573]. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya."
Aqidah
Bahasa : Aqiid à Aqaad à Ikatan. Antara siapa dengan siapa? Apa dengan Apa ?
3/103 : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Menurut Al’Quran aqidah adalah ikatan antara kita (manusia) dengan Allah (tuhan) dengan perantara Agama à Al’Quran à Negara. Dengan kata lain kalau kita BerAl’Quran à Bernegara maka kita secara langsung sudah terikat dengan Allah.
2/256 : Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
Menurut ayat diatas tidak paksaan terhadap kita untuk berikatan dengan Allah, artinya kitalah yang menentukan kuat lemahnya kita beraqidah kepada Allah. Bagaimana cara menguatkannya?
Aqidah menurut istilah : Mempelajari dasar-dasar dien yang Tauhid lawan dari yang syirik agar diyakini dan dijalani.
Berdasarakan arti aqidah diatas maka cara kita memperkuat aqidah kita terhadap Allah dengan mempelajari à Tazqiyah!. Selain itu, bersilahturahmi adalah cara lain untuk memperkuat aqidah kita. Dengan siapa? Tentu saja dengan orang-orang yang sudah berAl’Quran à berNegara.
Hawa Nafsu
Hawa nafsu adalah salah satu hal yang diberikan Allah pada manusia.
Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 09 Mei 2012 10:41)














